Prabowo Subianto

Capres 2014 - Berikut Profile Calon Presiden 2014 Prabowo Subianto :


  • Nama Lengkap : Letnan Jenderal (Purn) Prabowo Subianto Djojohadikusumo
  • Panggilan : Prabowo Subianto
  • Agama : Islam
  • Tempat Lahir : Jakarta
  • Tanggal Lahir : 17 Oktober 1951
  • Zodiac : Libra
  • Hobby : Membaca
  • Pasangan : Siti Hediati Hariyadi (Mantan)
  • Anak : Didit Prabowo
  • Partai Politik : Partai Gerindra



Prabowo Subianto adalah putra dari Soemitro Djojohadikusumo, mantan Menteri Keuangan era Ir. Soekarno dan mantan Menteri. Alumnus Akademi Militer Nasional Magelang tahun 1974 itu, kariernya kian melejit setelah menyandang julukan the brightest star, jenderal termuda karena meraih tiga bintang pada usia 46 tahun.

Pada 1996, dia menjabat Komandan Jenderal Kopassus dan aktif memelopori pemekaran satuan baret merah. Dua tahun kemudian, ayah satu anak ini dipromosikan menjadi Panglima Kostrad. Prabowo dikenal sebagai teman dekat B.J Habibie, tetapi Habibie mendepaknya, sehari setelah Soeharto lengser. Dia dipersalahkan atas tragedi kerusuhan massal 13-15 Mei 1998. Namun, Tim Gabungan Pencari Fakta (TPFG) tak menemukan bukti konklusif atas tuduhan bahwa dia otak di balik kerusuhan itu.
Tahun 2004, nama Prabowo muncul sebagai kandidat Presiden dari Partai Golkar. Sayang, anggota Dewan Penasihat Golkar itu terhenti langkahnya, karena partai berlambang pohon beringin lebih memilih Jenderal Wiranto. Dan pada 2008, mantan menantu Soeharto itu makin berkibar di panggung politik melalui Partai Gerakan Indonesia Raya (GERINDRA) yang mengusungnya sebagai calon Presiden pada Pemilu Presiden tahun 2009 berpasangan dengan Megawati Soekarnoputri, meski akhirnya kandas juga.
Pendidikan

  • 1969 SMA: American School di London, Inggris
  • 1974 Alumnus Akabri Magelang
  • Sekolah Staf Dan Komando TNI-AD

Karir & Organisasi

  • 1996-1998 Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus
  • 1998 Panglima Komando Cadangan Strategi TNI Angkatan Darat
  • 1998 Komandan Sekolah Staf Dan Komando ABRI
  • 2004-sekarang Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia
  • 2007-sekarang Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia
  • 2008-sekarang Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia
  • 2008-sekarang Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya

(Pemilu 2014)

0 komentar:

Jokowi Capres PDI Perjuangan

Capres 2014 - Saat blusukan ke Marunda Pulo, Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, hari ini Jumat (14/3/2014), Gubernur Jakarta Joko Widodo (Jokowi) tiba-tiba dia mengumumkan sudah mendapat mandat menjadi calon presiden dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.



“Ya saya telah mendapatkan mandat dari Ketum PDIP ibu Megawati Sukarnoputri untuk jadi capres RI dari PDIP. Dengan mengucap Bismillah saya siap melaksanakan,” terang Jokowi.

Seusai berkata demikian dia langsung mencium bendera dan meminta jurnalis berhenti bertanya.

“Ini kita jam kerja dan kita kembali bekerja,” ajak Jokowi.

Pernyataan ini juga sekaligus menjawab rumor yang selama ini beredar soal kesiapan Jokowi jadi Presiden.(Pemilu 2014)

0 komentar:

Janji Dahlan

Janji Dahlan - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan berjanji akan menjadikan Indonesia negara besar. Caranya adalah dengan meningkatkan produk domestik bruto minimal 2.000 billion dollar AS.



"Itu saja tidak cukup, karena itu saya mau nanti indeks yang sekarang memburuk dan menjadi ciri khas negara berkembang, kalau bisa turun dari 4.2 menjadi 3.7 atau sampai 3.5," kata Dahlan di Wisma Kodel, Jakarta, Kamis (29/8).

Mantan Direktur PLN itu juga berharap Indonesia menjadi nomor ketiga MDG's (Millenium Development Goals). Pasalnya, saat ini posisi Indonesia  berada di bawah Vietnam. "Dulu kita pernah di atasnya, sekarang kita di urutan 122 dan Vietnam sudah 75," sambung dia.

Dahlan mengaku sudah berkomunikasi dengan beberapa pihak di bidang MDG's,  bahwa Indonesia harus bia meningkatkan kualitas manusia. Sehingga kembali di urutan 70, 75 sampai 80.

"Ini sesuatu yang ingin dicapai Indonesia," pungkasnya.(Pemilu 2014)

0 komentar:

Dahlan Iskan

Capres 2014 - Berikut Profil Calon Presiden 2014 Dahlan Iskan

  • Nama Lengkap : Dahlan Iskan
  • Panggilan : Dahlan
  • Agama : Islam
  • Tempat Lahir : Magetan, Jawa Timur
  • Tanggal Lahir : 17 Agustus 1951
  • Zodiac : Leo
  • Hobby : Membaca
  • Pasangan : Nafsiah Sabri
  • Anak : Azrul Ananda
  • Partai Politik : Partai Demokrat



Dahlan Iskan dikabarkan tak sempat menamatkan kuliahnya, lantaran kesibukannya saat mengawali karier sebagai wartawan pada sebuah surat kabar kecil di Samarinda, Kalimantan Timur, tahun 1975. Setahun kemudian dia menjadi salah satu wartawan majalah Tempo selama 6 tahun. Dan pada tahun 2000, ia pun mengambil alih pengelolaan koran Jawa Pos yang hampir mati kala itu, dalam kurun waktu 5 tahun, koran yang sebelumnya beroplah 6.000 ekslempar melonjak menjadi 300.000 eksemplar.

23 Desember 2009, suami dari Nafsiah Sabri itu, mengawali kariernya di pemerintahan sebagai Direktur Utama PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) menggantikan Fahmi Mochtar. Disaat itulah, Dahlan membuat beberapa gebrakan, diantaranya bebas byar pet se-Indonesia dalam waktu 6 bulan, gerakan sehari sejuta sambungan. Dahlan juga berencana membangun PLTS di 100 pulau pada tahun 2011. Lewat tangan dingin Dahlan, tahun 2010 PLN berhasil membangun PLTS di 5 pulau di Indonesia bagian Timur yaitu Pulau Banda, Bunaken Manado, Derawan Kalimantan Timur, Wakatobi Sulawesi Tenggara, dan Citrawangan.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada tanggal 17 Oktober 2011, menunjuk Dahlan sebagai Menteri BUMN. Pejabat negara yang terkenal karena 'nyentrik' ini meluncurkan beberapa program salah satunya restrukturisasi aset dan downsizing (penyusutan jumlah) sejumlah badan usaha. Beberapa kinerjanya disorot. Dahlan gagal membawa lima perusahaan BUMN untuk melepas saham perdana (initial public offering/IPO) di lantai bursa. Meski demikian, berkat kepemimpinannya, BUMN dinilai bersih dari korupsi oleh masyarakat juga merupakan kinerja dan keberhasilannya membangun BUMN.

Pendidikan

  • SDN Desa Bukur, Jiwan, Madiun
  • Madrasah Tsanawiyah Pesantren Sabilil Muttaqien, Takeran, Magetan
  • Madrasah Aliyah Pesantren Sabilil Muttaqien, Takeran, Magetan
  • Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Cabang Samarinda, 2,5 tahun (DO)

Karir & Organisasi

  • 1972-1976 Reporter Mimbar Masyarakat
  • 1976-1982 Koresponden dan Kepala Biro Jatim Majalah Tempo
  • 1982-1984 Pemimpin Redaksi Jawa Pos
  • 1984-2005 Chairman & CEO Jawa Pos
  • 2009-2011 Direktur Utama PLN
  • 2011 Menteri BUMN Kabinet Indonesia Bersatu II

(Pemilu 2014)

0 komentar:

Joko Widodo (Jokowi)

Capres 2014 - Berikut adalah Profil Calon Presiden 2014 Joko Widodo (Jokowi) :


  • Nama Lengkap : Joko Widodo
  • Panggilan : Jokowi
  • Agama : Islam
  • Tempat Lahir : Surakarta, Jawa Tengah
  • Tanggal Lahir : Rabu, 21 Juni 1961
  • Zodiac : Gemini
  • Hobby : Membaca, Traveling
  • Pasangan : Iriana Joko Widodo
  • Anak : Kaesang Pangarep, Kahiyang Ayu, Gibran Rakabuming Raka
  • Partai Politik : PDI Perjuangan



Joko Widodo lahir dari pasangan Noto Mihardjo dan Sujiatmi Notomiharjo. Pada awalnya banyak orang yang meragukan kemampuan sosok yang sebelumnya merupakan pengusaha mebel ini saat terpilih menjadi Walikota Solo. Namun gebrakannya dalam memimpin serta pendekatan pada masalah kemasyarakatan membuat Jokowi begitu dikagumi oleh masyarakat. Dia berhasil mengembangkan Solo yang buruk penataannya dan di bawah kepemimpinannya, Solo mengalami perubahan dan menjadi kajian di universitas luar negeri.

Jokowi menjadi walikota Kota Surakarta (Solo) untuk 2 kali masa bakti 2005-2015. Wakil walikotanya adalah F.X. Hadi Rudyatmo.
Jokowi kemudian mencalonkan diri di Pemilihan Gubernur DKI Jakarta tahun 2012 bersama dengan Basuki Tjahaja Purnama sebagai wakilnya. Setelah melalui pemilihan 2 putaran pasangan Jokowi-Basuki berhasil menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta mulai dari 15 Oktober 2012.
Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta berhasil mendapatkan dukungan dari masyarakat yang bernama "Relawan Jokowi" dimana kelompok masyarakat tersebut mendukung Jokowi untuk mencalonkan diri menjadi Presiden RI pada pemilu 2014.

Pendidikan

  • SMP Negeri 1 Surakarta
  • SMA Negeri 6 Surakarta
  • S-1 Kehutanan Universitas Gajah Mada

Karir & Organisasi

  • Pengusaha Meubel
  • 2005-2012 Walikota Surakarta
  • 2012-2017 Gubernur DKI Jakarta

(Pemilu 2014)

0 komentar:

Gita Wirjawan

Capres 2014 - Berikut adalah Profil Gita Wirjawan Calon Presiden 2014 :

  • Nama Lengkap : Gita Irawan Wirjawan
  • Panggilan : Gita Wirjawan
  • Agama : Islam
  • Tempat Lahir : Jakarta
  • Tanggal Lahir : 21 September 1965
  • Zodiac : Virgo
  • Hobby : Golf, Mendengar Musik Jazz
  • Pasangan : Yasmin Stamboel Wirjawan
  • Anak : Gian Putra Wirjawan, Gibran Putra Wirjawan, dan Gia Putri Wirjawan
  • Partai Politik : Partai Demokrat




Gita Wirjawan merupakan putra dari pasangan Wirjawan Djojosoegito (almarhum) dan Paula Warokka Wirjawan. Setelah menamatkan S-2 dari jurusan public administration (administrasi Publik) di Harvard University pada 2000 silam, Gita kemudian berkarir di Goldman Sachs Singapura, sebuah bank yang didirikan oleh Marcus Goldman hingga tahun 2004. Tahun berikutnya dia pindah ke ST Telekomunikasi sampai 2006 di Singapura. Dua tahun berikutnya Gita bekerja di JP morgan Indonesia sebagai direktur utama.

Mundur dari JP Morgan pada April 2008, Gita mendirikan Ancora Capital, sebuah perusahaan yang fokus pada investasi di sektor energi dan sumber daya alam. Dibawah kepemimpinannya, Ancora dalam hitungan bulan, mampu mengambil alih sebagian saham PT Apexindo Pratama Duta Tbk, PT Bumi Resources Tbk, PT Multi Nitrat Kimia, perusahaan properti di Jakarta, dan sebuah perusahaan properti di Bali.

Pada 11 November 2009, Gita bergabung dengan Kabinet Indonesia Bersatu jilid II sebagai Kepala Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM). Ia dianggap sebagai pemasar andal bagi investor asing untuk menanamkan modalnya di negeri ini. Oleh karena itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menunjuknya sebagai Menteri Perdagangan menggantikan Mari Elka Pangestu. Berbekal pengalamannya, Gita Wirjawan siap mengikuti konvensi calon Presiden dari Partai Demokrat pada 2014 mendatang.

Pendidikan

  • S-1 Accounting, University of Texas.
  • S-2 Master of Business Administration, Baylor University, 1989
  • S-2 Master of Public Administration, Harvard University, 2000
  • CPA
  • CFA

Karir & Organisasi

  • Citibank
  • 2001-2004 Goldman Sachs Singapura
  • 2005-2006 ST Telekomunikasi Singapura
  • 2006-2008 Presiden Direktur JP Morgan Indonesia
  • 2008 Pendiri Ancora Capital
  • 2009-2011 Kepala Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM)
  • 2011-2014 Menteri Perdagangan RI
  • 2012-2016 Ketua Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia

(Pemilu 2014)

0 komentar:

Rhoma Irama

Calon Presiden 2014 - Berikut adalah Profil Calon Presiden 2014 :



  • Nama Lengkap : Rhoma Irama
  • Panggilan : Bang Haji
  • Agama : Islam
  • Tempat Lahir : Tasikmalaya
  • Tanggal Lahir : 11 Desember 1946
  • Hobby : Berdakwah
  • Pasangan : Marwah Ali
  • Anak : Debbie Veramasari, Fikri Zulfikar, Ridho Irama, Romy Syahrial
  • Partai Politik : Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)


Rhoma Irama mengawali karirnya sebagai seorang pemusik dengan mendirikan band musik bernama Gayhand tahun 1963. Kemudian membentuk band sendiri bernama Soneta pada 13 Oktober 1973. Bersama grup Soneta yang dipimpinnya itulah, Rhoma tercatat pernah memperoleh 11 Golden Record dari kaset-kasetnya.

Dalam panggung politik, ia sempat menjadi maskot penting PPP, setelah terus dimusuhi oleh Pemerintah Orde baru karena menolak untuk bergabung dengan Golkar. Rhoma pernah terpilih sebagai anggota DPR mewakili utusan Golongan yakni mewakili seniman dan artis pada tahun 1993. Pada pemilu 2004 Rhoma Irama tampil pula di panggung kampanye PKS.

Rhoma sempat kuliah di Universitas 17 Agustus Jakarta, tetapi tidak selesai. Pada bulan Februari 2005, pria yang akrab dikenal dengan sebutan Bang Haji itu memperoleh gelar doktor honoris causa dari American University of Hawaii dalam bidang dangdut. Namun, gelar tersebut dipertanyakan banyak pihak karena universitas ini diketahui tidak mempunyai murid sama sekali di Amerika Serikat sendiri, dan hanya mengeluarkan gelar kepada warga non-AS di luar negeri. Selain itu, universitas ini tidak diakreditasikan oleh pemerintah negara bagian Hawaii.

Sebagai seorang selebriti dan politisi, pernyataan-pernyataan Raja Dangdut itu kerap menimbulkan kontroversi. Pada tahun 2003, Rhoma menjadi sorotan media karena mengkritik Inul Daratista, penyanyi dangdut yang sedang naik daun karena mengandalkan gaya tarinya yang dianggap mesum. Rhoma dengan mengatas-namakan organisasi PAMMI (Persatuan Artis Musik Melayu Indonesia), menentang peredaran album Goyang Inul yang dirilis Blackboard pada akhir Mei 2003.

Pada tahun yang sama, Rhoma dalam sebuah penggerebekan, tertangkap basah sedang berduaan dengan Angel Lelga. Rhoma berdalih, ia hanya memberikan nasihat dan petuah agar menghindarkan Angel Lelga dari jurang kenistaan. Namun, Rhoma kemudian mengakui bahwa ia sebenarnya telah menikah dengan Angel Lelga.

Pada Januari 2006, Rhoma di hadapan anggota DPR kembali mengeluarkan pernyataan menentang aksi panggung Inul, dalam dengar pendapat pembahasan RUU Antipornografi antara DPR dan kalangan artis. Juli 2012, dalam sebuah ceramah, Rhoma Irama dikecam atas ceramahnya yang mengandung isu SARA, berkaitan dengan Pemilukada DKI Jakarta putaran ke-2. Namun, Panitia Pengawas Pemilu menyatakan ia tidak bersalah.

Pada akhir tahun 2012, publik dikejutkan dengan pernyataan bahwa Rhoma Irama siap maju sebagai calon presiden 2014. Gayung bersambut, Rhoma akhirnya menemukan mesin politik yang bisa ia kendarai yakni, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Pendidikan

  • SD Kibono Manggarai Jakarta
  • SMP Negeri XV Jakarta
  • SMA PSKD Jakarta
  • SMA 17 Agustus Tebet Jakarta
  • Fakultas Sospol Universitas 17 Agustus

Karir & Organisasi

  • Forum Umat Islam (FUI)
  • Ketua PAMMI (Persatuan Artis Musik Melayu indonesia
  • Asosiasi Hak Cipta Musik Dangdut Indonesia(Pemilu 2014)

0 komentar:

Jadual Pemilu 2014

Jadwal Pemilu 2014 akan dilaksanakan dua kali yaitu Pemilu Legislatif pada tanggal 9 April 2014 yang akan memilih para anggota dewan legislatif dan  Pemilu Presiden pada tanggal 9 Juli 2014 yang akan memilih Presiden dan Wakil Presiden.

Pemilu 2014 akan memakai e-voting dengan harapan menerapkan sebuah sistem baru dalam pemilihan umum. Keutamaan dari penggunaan sistem e-voting adalah Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) yang sudah mulai dipersiapkan sejak tahun 2012 secara nasional.



Berikut adalah jadwal pemilu 2014 dan tahapannya yang sudah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum(KPU).


Jadwal 2013

  • 06 April - 15 April Pendaftaran Calon Anggota DPR-RI, DPD-RI, dan DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota
  • 16 April – 30 Juni Verifikasi Pencalonan Anggota DPR-RI, DPD-RI, dan DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota
  • 27 Juli Pengumuman Daftar Calon Tetap (DCT) Anggota DPD-RI
  • 04 Agustus Pengumuman Daftar Calon Tetap (DCT) Anggota DPR-RI, DPD-RI, DPRD Provinsi, dan Kabupaten/Kota.


Jadwal 2014

  • 11 Januari – 05 April Pelaksanaan Kampanye
  • 06 April - 08 April Masa Tenang
  • 09 April Pemungutan dan Penghitungan Suara (Pemilu Legislatif)
  • 25 April – 25 Mei Audit Dana Kampanye
  • 26 April – 06 Mei Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Pemilu Tingkat Nasional
  • 07 Mei - 09 Mei Penetepan Hasil Pemilu Secara Nasional
  • 07 Mei - 09 Mei Penetapan Partai Politik Memenuhi Ambang Batas (PT 3%)
  • 11 Mei - 18 Mei Penetapan Perolehan Kursi dan Calon Terpilih Tingkat Nasional s/d Kabupaten/Kota
  • Juni - September Peresmian Keanggotaan DPR-RI, DPD-RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota
  • 09 Juli Pemungutan dan Perhitungan Suara Pilpres (Pemilu Presiden)
  • Juli - Oktober Pengucapan Sumpah dan Janji Anggota Terpilih DPR-RI, DPD-RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota (Pemilu 2014)

0 komentar:

Manfaat Pemilu

Manfaat Pemilu - Pemilu dipandang sebagai bentuk paling nyata dari kedaulatan yang berada di tangan rakyat serta wujud paling konkret partisipasi rakyat dalam penyelenggaraan negara. Oleh karena itu,sistem dan penyelenggaraan pemilu selalu menjadi perhatian utama karena melalui penataan, sistem dan kualitas penyelenggaraan pemilu diharapkan dapat benar-benar mewujudkan pemerintahan dari, oleh, dan untuk rakyat.



Penyelenggaraan Pemilu sangatlah penting bagi suatu negara, hal ini disebabkan karena :

  • Pemilu merupakan sarana perwujudan kedaulatan rakyat.
  • Pemilu merupakan sarana untuk melakukan penggantian pemimpin secara konstitusional.
  • Pemilu merupakan sarana bagi pemimpin politik untuk memperoleh legitimasi.
  • Pemilu merupakan sarana bagi rakyat untuk berpartisipasi dalam proses politik.

0 komentar:

Sistem Pemilu di Indonesia

Sistem Pemilu di Indonesia - Sampai tahun 2009 bangsa indonesia sudah sepuluh kali pemilihan umum diselenggarakan, yaitu dari tahun 1955, 1971,1977, 1982, 1992, 1997, 2004 dan terakhir 2009. semua pemilihan umum tersebut tidak diselenggarakan dalam situasi yang vacuum, melainkan berlangsung di dalam lingkungan yang turut menentukan hasil pemilihan umum tersebut. Dari pemilu yang telah dilaksanakan juga dapat diketahui adanya upaya untuk mencari sistem pemilihan umum yang cocok untuk Indonesia.



1.      Pemilu Zaman Demokrasi Parlementer (1945-1959)

Pada masa ini pemilu dilaksanakan oleh kabinet Baharuddin Harahap pada tahun 1955. Pada pemilu ini pemungutan suara dilakukan dua kali yaitu yang pertama untuk memilih anggota DPR pada bulan September dan yang kedua untuk memilih anggota Konstituante pada bulan Desember. Sistem yang digunakan pada masa ini adalah sistem proporsional.

Dalam pelaksanaannya berlangsung dengan khidmat dan sangat demokratis tidak ada pembatasan partai-partai dan tidak ada usaha dari pemerintah mengadakan intervensi terhadap partai kampanye berjalan seru. Pemilu menghasilkan 27 partai dan satu perorangan berjumlah total kursi 257 buah.
Namun stabilitas politik yang sangat diharapkan dari pemilu tidak terwujud. Kabinet Ali (I dan II) yang memerintah selama dua tahun dan yang terdiri atas koalisi tiga besar: Masyumi, PNI, dan NU ternyata tidak kompak dalam menghadapi beberapa persoalan terutama yang terkait dengan konsepsi Presiden Soekarno zaman Demokrasi  Parlementer berakhir.

2. Pemilu Zaman Demokrasi Terpimpin (1959-1965)

Setelah pencabutan Maklumat Pemerintah pada bulan November 1945 tentang kebebasan untuk mendirikan partai, Presiden Soekarno mengurangi jumlah partai menjadi 10 buah saja. Di zaman Demokrasi Terpimpin tidak diadakan pemilihan umum.

3.  Pemilu Zaman Demokrasi Pancasila (1965-1998)

Setelah runtuhnya rezim Demokrasi Terpimpin yang semi-otoriter, masyarakat menaruh harapan untuk dapat mendirikan suatu sistem politik yang demokrati dan stabil. Usaha yang dilakukan untuk mencapai harapan tersebut diantaranya melakukan berbagai forum diskusi yang membicarakan tentang sistem distrik yang masih baru bagi bangsa Indonesia.

Pendapat yang dihasilkan dari seminar tersebut menyatakan bahwa sistem distrik dapat mengurangi jumlah partai politik secara alamiah tanpa paksaan, dengan harapan partai-partai kecil akan merasa berkepentingan untuk bekerjasama dalam usaha meraih kursi dalam suatu distrik. Berkurangnya jumlah partai politik diharapkan akan membawa stabilitas politik dan pemerintah akan lebih berdaya untuk melaksanakan kebijakan-kebijakannya, terutama di bidang ekonomi.

Karena gagal menyederhanakan sistem partai lewat sistem pemilihan umum, Presiden Soeharto mulai mengadakan beberapa tindakan untuk menguasai kehidupan kepartaian. Tindakan pertama yang dilakukan adalah mengadakan fusi diantara partai-partai, mengelompokkan partai-partai dalam tiga golongan yaitu Golongan Spiritual (PPP), Golongan Nasional (PDI), dan Golongan Karya (Golkar). Pemilihan umum tahun1977 diselenggarakan dengan menyertakan tiga partai, dalam perolehan suara terbanyak Golkar selalu memenangkannya.

4 . Pemilu Zaman Reformasi (1998- 2009)
Ada satu lembaga baru di dalam lembaga legislatif, yaitu DPD ( dewan perwakilan daerah ). Untuk itu pemilihan umum anggota DPD digunakan Sistem Distrik tetapi dengan wakil banyak ( 4 kursi untuk setiap propinsi). Untuk pemilihan anggota DPR dan DPRD digunakan system proposional dengan daftar terbuka, sehingga pemilih dapat memberikan suaranya secara langsung kepada calon yang dipilih. Dan pada tahun 2004, untuk pertama kalinya diadakan pemilihan presiden dan wakil presiden secara langsung, bukan melalui MPR lagi. (pemilu 2014)


0 komentar:

Peraturan tentang Pemilu

Peraturan tentang Pemilu - Pemilihan Umum memiliki sejarah panjang di Republik ini. Dilaksanakan sejak tahun 1955, penyelenggaraan Pemilu ini mengalami banyak perubahan pada tataran rujukan hukum bagi pelaksanaan pemilu.



Apabila kita lihat, dalam konteks pengaturan, Pemilu yang diselenggarakan sejak orde lama hingga orde baru tidak diikuti dengan adanya pergantian undang-undang pada setiap periode Pemilu, melainkan hanya perubahan. Perubahan justru banyak terjadi pada level Peraturan Pemerintah sebagai pelaksanaan atas undang-undang. Namun, semenjak dimulainya era reformasi, undang-undang yang mengatur tentang Pemilu selalu mengalami pergantian pada setiap periode Pemilu.

Berikut ini adalah daftar peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang penyelenggaraan Pemilu sejak pemilu tahun 1955, pemilu tahun 1971, pemilu tahun 1977, pemilu tahun 1982, pemilu tahun 1987, pemilu tahun 1992, pemilu tahun 1997, pemilu tahun 1999, pemilu tahun 2004 dan pemilu tahun 2009.

1. Pemilu tahun 1955
      a. UU nomor 7 tahun 1953 tentang Pemilihan Anggota Konstituante dan Anggota DPR
      b.UU nomor 18 tahun1955
      c.PP nomor 9 tahun 1954   tentang Penyeleng garaan UU Pemilu nomor 7 tahun 1953
2. Pemilu tahun 1971
     a.UU nomor 15 tahun 1969
     b.PP nomor 1 tahun 1970
     c.PP nomor 2 tahun 1970
     d.PP nomor 3 tahun 1970
     e.PP nomor 28 tahun 1970
 3. Pemilu tahun 1977
      a.UU nomor 4 tahun 1975

      b.PP nomor 1 tahun 1976
      c.PP nomor 2 tahun 1976
4. Pemilu tahun 1982
     a.UU nomor 2 tahun 1980
     b.PP nomor 41 1980
5. Pemilu tahun 1987
    a.UU nomor 1 tahun 1985
    b.PP nomor 35 tahun 1985
    c.PP nomor 43 tahun 1985
6. Pemilu tahun 1992
   a. PP nomor 37 tahun 1990
7. Pemilu tahun 1997
   a.PP nmomor 10 tahun 1995
   b.PP nomor 44 tahun 1996
   c.PP nomor 74 tahun 1996
8. Pemilu tahun 1999
   a.UU nomor 3 tahun 1999
   b.PP nomor 33 tahun 1999
Peraturan Pemilu tahun 2004
a.UU nomor 4 tahun 2000
b.UU nomor 12 tahun 2003
b.UU nomor 23 tahun 2003
c.UU nomor 20 tahun 2004
d.perpu nomor 2 tahun 2004
e.perpu nomor 1 tahun 2006 (Pemilu 2014)


0 komentar:

Syarat Pemilih dalam Pemilu 2014

Syarat Pemilih dalam Pemilu 2014- Berikut adalah Syarat Pemilih dalam Pemilu 2014 yaitu :


1. masukkan calon pemilih
2. Warga Negara Indonesia
3. yang telah genap berusia 17 (tujuh belas) tahun atau lebih atau sudah/pernah kawin
4.  terdaftar sebagai pemilih di daerahnya
5. tidak sedang terganggu jiwa/ingatannya
6. Tidak sedang dicabut hak pilihnya berdasarkan keputusan pengadilan yang telah mempunyai hukum tetap
7. hasil pemilih yang telah memenuhi syarat. (Pemilu 2014)

0 komentar:

Sejarah Pemilu

Sejarah Pemilu - Pemilihan Umum Indonesia 1955 adalah pemilihan umum pertama di Indonesia dan diadakan pada tahun 1955. Pemilu ini sering dikatakan sebagai pemilu Indonesia yangpaling demokratis. Pemilu tahun 1955 ini dilaksanakan saat keamanan negara masih kurang kondusif; beberapa daerah dirundung kekacauan oleh DI/TII (Darul Islam/Tentara Islam Indonesia) khususnya pimpinan Kartosuwiryo. Dalam keadaan seperti ini, anggota angkatan bersenjata dan polisi juga memilih. Mereka yang bertugas di daerah rawan digilir datang ke tempat pemilihan. Pemilu akhirnya pun berlangsung aman.



Pemilu ini bertujuan untuk memilih anggota-anggota DPR dan Konstituante. Jumlah kursi DPR yang diperebutkan berjumlah 260, sedangkan kursi Konstituante berjumlah 520 (dua kali lipat kursi DPR) ditambah 14 wakil golongan minoritas yang diangkat pemerintah.

Pemilu berikutnya diselenggarakan pada tahun 1971, tepatnya pada tanggal 5 Juli 1971. Pemilu ini adalah Pemilu pertama setelah orde baru, dan diikuti oleh 10 partai politik. Lima besar dalam Pemilu ini adalah Golongan Karya, Nahdlatul Ulama, Parmusi, Partai Nasional Indonesia, dan Partai Syarikat Islam Indonesia.

Pada tahun 1975, melalui Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1975 tentang Partai Politik dan Golkar, diadakanlah fusi (penggabungan) partai-partai politik, menjadi hanya dua partai politik (yaitu Partai Persatuan Pembangunan dan Partai Demokrasi Indonesia) dan satu Golongan Karya.

Pemilu-Pemilu berikutnya dilangsungkan pada tahun 1977, 1982, 1987, 1992, dan 1997. Pemilu-Pemilu ini diselenggarakan dibawah pemerintahan Presiden Soeharto. Pemilu-Pemilu ini seringkali disebut dengan Pemilu Orde Baru. Sesuai peraturan Fusi Partai Politik tahun 1975, Pemilu-Pemilu tersebut hanya diikuti dua partai politik dan satu Golongan Karya. Pemilu-Pemilu tersebut kesemuanya dimenangkan oleh Golongan Karya.

Pemilu berikutnya, sekaligus Pemilu pertama setelah runtuhnya orde baru, yaitu Pemilu 1999 dilangsungkan pada tahun 1999 (tepatnya pada tanggal 7 Juni 1999) di bawah pemerintahan Presiden BJ Habibie dan diikuti oleh 48 partai politik.

Lima besar Pemilu 1999 adalah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Kebangkitan Bangsa, dan Partai Amanat Nasional.

Walaupun Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan meraih suara terbanyak (dengan perolehan suara sekitar 35 persen), yang diangkat menjadi presiden bukanlah calon dari partai itu, yaitu Megawati Soekarnoputri, melainkan dari Partai Kebangkitan Bangsa, yaitu Abdurrahman Wahid (Pada saat itu, Megawati hanya menjadi calon presiden). Hal ini dimungkinkan untuk terjadi karena Pemilu 1999 hanya bertujuan untuk memilih anggota MPR, DPR, dan DPRD, sementara pemilihan presiden dan wakilnya dilakukan oleh anggota MPR.

Pemilihan Umum Indonesia 2004 adalah pemilu pertama yang memungkinkan rakyat untuk memilih presiden secara langsung, dan cara pemilihannya benar-benar berbeda dari Pemilu sebelumnya. Pada pemilu ini, rakyat dapat memilih langsung presiden dan wakil presiden (sebelumnya presiden dan wakil presiden dipilih oleh MPR yang anggota-anggotanya dipilih melalui Presiden). Selain itu, pada Pemilu ini pemilihan presiden dan wakil presiden tidak dilakukan secara terpisah (seperti Pemilu 1999) — pada pemilu ini, yang dipilih adalah pasangan calon (pasangan calon presiden dan wakil presiden), bukan calon presiden dan calon wakil presiden secara terpisah.

Pahun 2009 merupakan tahun Pemilihan Umum (pemilu) untuk Indonesia. Pada tanggal 9 April, lebih dari 100 juta pemilih telah memberikan suara mereka dalam pemilihan legislatif untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Pada tanggal 8 Juli, masyarakat Indonesia sekali lagi akan memberikan suara mereka untuk memilih presiden dan wakil presiden dalam pemilihan langsung kedua sejak Indonesia bergerak menuju demokrasi di tahun 1998. Jika tidak ada calon yang mendapatkan lebih dari 50 persen suara, maka pemilihan babak kedua akan diadakan pada tanggal 8 September.
Hasil pemilihan anggota DPR pada tanggal 9 April tidak banyak memberikan kejutan. Mayoritas masyarakat Indonesia sekali lagi menunjukkan bahwa mereka lebih memilih partai nasional dibandingkan partai keagamaan. Tiga partai yang mendapatkan jumlah suara terbanyak bukan merupakan partai keagamaan dan mereka adalah Partai Demokrat (PD) dengan 20,8 persen perolehan suara, Golkar dengan 14,45 persen perolehan suara, dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dengan 14,03 persen perolehan suara. Empat partai Islam – Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Kebangkitan Nasional (PKB) masing-masing hanya memperoleh 7,88 persen; 6,01 persen; 5,32 persen; dan 4,94 persen suara. Dua partai lainnya (Gerindra dan Hanura), yang juga bukan merupakan partai agama, memperoleh 4,46 persen dan 3,77 persen suara.

Pemilu tanggal 9 April juga mengurangi jumlah partai yang duduk di DPR. Hanya sembilan partai yang disebutkan di atas yang mendapatkan kursi di DPR. Sementara 29 partai lainnya gagal mencapai ketentuan minimum perolehan suara pemilu sebesar 2,5 persen dan tidak mendapatkan kursi di DPR. Hal ini diharapkan mengurangi jumlah partai politik yang akan bersaing untuk pemilu tahun 2014.
Namun dalam hal kualitas pengelolaan pemilu, pemilu 2009 disebut sebut sebagai pemilu yang terburuk selama sejarah Indonesia.

Nah bagaimana dengan pemilu 2014. Pemilu 2014 akan di ikuti oleh 10 Partai politik nasional dan ditambah dengan 3 partai politik lokal (khusus Aceh). Pastinya hasil dari pemilu 2014 akan kita nantikan. (Pemilu 2014)

0 komentar: